MEMBANGUN SADAR PAJAK DENGAN PAJAK BERTUTUR

MEMBANGUN SADAR PAJAK DENGAN PAJAK BERTUTUR

      Membangun kesadaran pajak untuk masyarakat adalah suatu proses yang dilaksanakan secara perlahan dan terus-menerus. Banyak faktor pendukung yang dapat membuat masyarakat sadar akan pajak. Selain kesadaran yang timbul dari masyarakat itu sendiri, institusi pajak dituntut pula untuk terus menjadi baik dan menjadi institusi yang bersih dan terpercaya.

     Adanya tingkat kepercayaan yang tinggi dapat menghilangkan sikap cemas masyarakat terhadap institusi perpajakan. Tidak hanya sampai di sana, melaksanakan pendekatan langsung kepada masyarakat juga sebagai kunci untuk menciptakan hubungan yang semakin erat dan hangat. Sehingga dapat ditunjukkan bahwa institusi pajak tumbuh bersama dalam membangun masyarakat.

     Beberapa hal bisa dijalankan demi menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pajak, seperti mengadakan sosialisasi perpajakan, mata pelajaran ataupun mata kuliah tentang perpajakan pada kurikulum pembelajaran, serta kegiatan kemasyarakatan yang diselenggarakan oleh institusi perpajakan itu sendiri. Idealnya, untuk menumbuhkan rasa sadar akan pajak kepada masyarakat hendaknya mulai diterapkan sedini mungkin dengan membidik generasi muda.

       Secara konsisten, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dari tahun ke tahun menyelenggarakan kegiatan Pajak Bertutur yang dilaksanakan bersamaan di seluruh Indonesia. Kegiatan Pajak Bertutur ialah kegiatan mengajar mengenai kesadaran pajak pada semua jenjang pendidikan, baik SD, SMP, ataupun SMA/K. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyuarakan program Inklusi Sadar Pajak dan untuk menciptakan hubungan baik dengan pemangku kepentingan pendidikan di Indonesia. DJP menyertakan pula Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), serta Gerakan Literasi Nasional.

     Pajak Bertutur ialah kegiatan yang efektif dalam mengenalkan pajak kepada masyarakat khususnya generasi muda. Mereka telah diberikan pengetahuan tentang pajak, mulai dari definisi pajak, kegunaan pajak bagi negara dan masyarakat, siapa yang diwajibkan membayar pajak, dan mengetahui institusi pengelola keuangan negara. Pengetahuan tersebut harus dimengerti dan diketahui oleh mereka, sebab merekalah yang akan menjadi generasi masa depan Indonesia dan sebagai penentu keberlangsungan hidup di negara Indonesia di masa mendatang. Jadi mereka harus siap dengan tanggung jawab yang ada, salah satunya yakni menjadi warga negara Indonesia yang baik dan taat terhadap pajak.

      Adanya kegiatan pengenalan pajak yang menyasar pada generasi muda lewat kegiatan Pajak Bertutur dapat menumbuhkan kesadaran akan pajak mereka. Melalui bekal ilmu yang mereka peroleh dari kegiatan tersebut, mereka akan memiliki pandangan dan pengetahuan bahwa pajak ialah suatu hal yang strategis dan penting demi keberlangsungan hidup suatu negara. Sehingga sebagai masyarakat yang taat, sudah semestinya patuh terhadap ketentuan perundang-undangan perpajakan yang berlaku dan menjalankan kewajiban perpajakan miliknya. Ditanamkannya konsep ini, mereka bisa sadar kedudukannya sebagai warga negara dan kontribusi apa yang mereka bisa beri kepada negara nantinya. Dalam kehidupan sehari-hari, diharapkan mereka juga bisa menumbuhkan kesadaran apa pun selain kesadaran pajak, sehingga hal itu akan menjadi budaya yang baik bagi mereka.

    Bukan perihal yang tidak mungkin bahwa usaha yang dilaksanakan DJP ini akan mendatangkan hasil dan memberikan dampak besar untuk tahun-tahun berikutnya. Percayalah di waktu yang akan datang, kita akan melihat wajib pajak yang dengan sadar serta rela membayar dan melaporkan pajak dengan benar. Kita berharap tidak ada lagi wajib pajak yang sengaja mengurangi keuntungan usahanya dan menaikkan beban usahanya agar dapat mengecilkan pajak terutang. Diharapkan juga tidak ada lagi wajib pajak yang takut untuk datang ke kantor pajak, bahkan takut saat mendengar kata pajak.

   Jika kesadaran wajib pajak meningkat, hal tersebut akan selaras dengan rasio kepatuhan wajib pajak. Meningkatnya kepatuhan wajib pajak, akan berpengaruh pada tingkat penerimaan negara melalui sektor pajak yang turut semakin tinggi.

      Aspek untuk menentukan tingkat penerimaan pajak bukanlah sebuah aspek tunggal, akan tetapi masih banyak hal yang memengaruhinya. Bukan karena canggihnya  analisis dalam penggalian potensi oleh fungsional pemeriksa pajak ataupun dijaganya pengawasan yang dijalankan oleh Account Representative (AR). Sehingga hal pentingnya adalah terkait pendekatan psikologis kepada wajib pajak untuk membangun kesadaran pajak. Hasil dari proses ini tidak berpengaruh secara instan, namun akan berpengaruh besar di kemudian hari demi meningkatkan penerimaan pajak. Selain itu, pendekatan psikologis ini juga dapat membentuk suatu budaya baik dalam bermasyarakat.

       Kegiatan Pajak Bertutur ini memiliki tujuan yang baik, maka kegiatan ini wajib rutin dilaksanakan di tahun-tahun selanjutnya. Kualitas penyelenggaraannya juga harus semakin meningkat. Pajak Bertutur akan menjadi buah kesadaran pajak di masyarakat, terkhusus untuk generasi muda. Apabila kegiatan tersebut dijalankan secara konsisten, maka dapat membawa DJP semakin dekat dan erat dengan masyarakat.

 

Created by Mutiara Zanky

Sumber: https://pajak.go.id/index.php/id/artikel/pajak-bertutur-jembatan-bangun-sadar-pajak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Klik untuk ke WA
Klik untuk ke WhatsApp kami..
MITRAMUDA WA SUPPORT
Dapatkan informasi mengenai promo konsultasi PAJAK dan PENDIRIAN perusahaan melalui chat WhatsApp kami. Pesan WhatsApp akan segera kami balas secepatnya ketika jam kerja.